Leave a comment

Ketika Si Kecil Sembelit

Ketika Si Kecil SembelitGejala apa pun yang terjadi pada balita kerap membuat orangtua khawatir, termasuk gejala sulit buang air besar (BAB) atau yang dikenal juga dengan istilah sembelit. Ya, tak hanya orang dewasa, sembelit dapat terjadi pada balita.

Menurut spesialis anak Rifan Fauzie, dalam laman konsultas Kompas Health, sulit BAB memang seringkali didapati pada anak-anak yang mengkonsumsi susu formula yang terlalu banyak dan kurang mendapat minum air putih. Dapat pula disebabkan oleh kurangnya diet yang mengandung serat tinggi dalam komposisi makannya sehari-hari, seperti kurangnya mengkonsumsi sayuran, buah-buahan, dan sebagainya.

Rifan menjelaskan, kebiasaan menggunakan pampers yang kurang tepat juga dapat menyebabkan kondisi tersebut, dimana si kecil merasa kurang nyaman bila menggunakan pampers sehingga tanpa ia sadariĀ  seringkali menahan BAB yang pada akhirnya dapat menyebabkan tinja menjadi lebih keras dan otomatis akan makin mengeras dan makin sulit dikeluarkan.

Kendati demikian, orangtua tidak perlu terlalu khawatir dengan gejala tersebut, karena kondisi tersebut umum terjadi pada balita dan biasanya tidak mengindikasikan penyakit yang serius. Berikut adalah cara mengatasinya.

1. Pola makan sehat
Pola makan sehat merupakan hal penting untuk menghindari sembelit pada belita. Berikan pada mereka diet kaya serat, seperti sayur dan buah. Meski kebanyakan anak-anak sulit untuk makan sayur, namun orangtua perlu kreatif dalam menyajikan makanan agar menarik untuk dimakan. Selain itu, pastikan si kecil cukup minum karena air merupakan kunci pencernaan yang sehat.

2. Bersihkan usus
Orangtua bisa saja memberikan laksatif atau pelunak tinja untuk mengatasi konstipasi pada balita. Namun sebaiknya penggunaannya perlu dengan petunjuk dokter agar hasilnya optimal.

3. Aktivitas fisik
Aktivitas fisik merupakan hal utama untuk menjaga kesehatan, tak terkecuali pada balita. Maka buatlah si kecil untuk berolahraga dan bergerak aktif setiap hari minimal 60 menit untuk melancarkan sistem pencernaannya.

4. Perhatikan obat-obatannya
Obat-obatan boleh saja diberikan pada balita, namun pastikan Anda selalu meminta petunjuk dokter sebelumnya dan memperhatikan efek setelahnya. Jika konsumsi obat justru memicu sembelit, maka sebaiknya dihentikan. Jika si kecil masih membutuhkan obat, maka sebaiknya diganti dengan yang lebih cocok, tidak berdampak pada sembelit.

5. Disiplin
Buatlah jadwal teratur pergi ke toilet untuknya setiap hari. Ini akan membantu sistem tubuhnya mengenali kapan waktu yang tepat untuk BAB, sehingga mengurangi kemungkinan sembelit.

Sumber : kompas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: