Leave a comment

Menghindari Suara Serak dan Lemah di Usia Senja

Hampir sepertiga manusia usia 65 tahun mengalami masalah dengan suaranya seperti serak atau suara lemah. Penting untuk menjaga kemampuan pita suara agar orang lain bisa mendengar suara kita meski sudah lanjut usia.

Seiring bertambahnya usia, maka pita suara dan otot dalam laring akan menjadi lemah. Saat usia senja, pesan dari otak ke kotak suara mungkin tidak seefisien saat masih muda.

Selain itu kurangnya pasokan darah akan menurunkan jumlah kelenjar pelumas sehingga dapat mengeringkan pita suara. Hal ini mengakibatkan lidah, bibir dan gigi berubah sehingga sulit membentuk kata-kata.

“Semakin tua maka jaringannya sudah lelah sehingga tidak bisa menjaga tegangan suara yang sama dan kapasitas paru-paru juga menurun. Pada usia 80 tahun kemungkinan volumenya hanya setengah dari usia 20 tahun,” ujar Andrew McCombe, dokter bedah THT di Frimley Park Hospital, Surrey, seperti dikutip dari Dailymail.

Tapi ada beberapa hal bisa dilakukan untuk menjaga suara agar tetap sama seperti waktu muda. “Berlatih dan memastikan kapasitas paru-paru tetap tinggi dapat membantu menghasilkan suara yang kuat,” ungkap Dr Ruth Epstein dari Royal National Ear, Nose and Throat Hospital di London.

Berikut ini beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk menjaga agar suara tetap muda saat berusia senja nanti, yaitu:

1. Berbicara secara teratur
Menggunakan suara sangat penting. Kebanyakan orang tua kurang bergerak dan bersosialisasi sehingga mereka akan berbicara lebih sedikit. Padahal bersosialisasi dan menggunakan pita suara dengan optimal dapat membantu menunda penuaan.

2. Bernyanyi saat mandi dengan shower
Ini adalah salah satu cara terbaik untuk menjaga suara, karena membantu otot laring tetap kuat. Bernyanyi adalah salah satu bentuk senam suara. Selain itu kontrol serta koordinasi saraf otot diperlukan agar bisa menjaga suara tetap baik.

3. Jangan berteriak
Suara teriak akan merangsang pita suara dan membuatnya sulit untuk menutup dengan benar. Jika hal ini dilakukan berulang kali dapat memicu hilangnya suara dan munculnya nodul (sariawan). Hal ini tentu saja membuat pekerjaan dari laring semakin keras, sehingga menyebabkan otot kelelahan dan rasa tidaknyaman.

4. Menjaga gigi dengan baik
Bila seseorang kehilangan satu gigi, maka tulang rahang akan bergerak dan bentuk wajah mulai masuk ke dalam. Akibatnya otot-otot tidak bekerja dengan baik dalam hal berbicara.

5. Memperbaiki postur tubuh
Postur yang baik sangat penting untuk menjaga suara. Jika tubuh bungkuk menyebabkan seluruh sistem vokal berubah, mencegah bernapas secara dalam dan membuat pita suara bekerja lebih keras agar bisa menghasilkan suara.

6. Menghentikan kebiasaan merokok
Merokok bisa membuat bagian dalam laring menjadi kering dan menghentikan pita suara bekerja. Nikotin yang terkandung dalam rokok juga memperparah refluks lambung, sedangkan asap rokok dapat membuat bekas luka di pita suara yang menyebabkan kualitas suara menjadi serak parah.

7. Mengistirahatkan tenggorokan
Pita suara dapat tergores jika seseorang menggunakan suara saat sedang batuk yang parah atau buruk, karena itu usahakan untuk beristirahat selama 1-2 hari. Jika suara serak sudah terjadi lebih dari dua minggu, sebiknya mulai mencari bantuan medis.

Yang tak kalah penting adalah mengonsumsi cairan yang cukup untuk menjaga kelembaban laring. Serta hindari pula makanan yang pedas karena bisa mengiritasi dan membuat tenggorokan kering.

Sumber : detikhealth

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: